Rabu, 27 Feb 2008 17:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mendata 70 persen warga Kabupaten Tangerang yang tersebar di 36 kecamatan tidak menggunakan jamban (kakus) untuk membuang hajatnya.
Kebanyakan warga yang tidak menggunakan jamban tinggal di dearah pantai utara (pantura). Memang ada warga yang sudah memiliki jamban di rumah, tetapi memilih membuang hajat di kebun.
Menurut Kepala bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dokter Yuliah Iskandar kepada Tempo di kantornya, Rabu, (27/2), sejak tahun 2007 Dinas Kesehatan telah melakukan pendataan warga yang tak memiliki jamban.
Pemerintah Kabupaten Tangerang pada 2007 telah membangun sebanyak 70 unit jamban di 10 kecamatan tiga diantaranya di Kecamatan Teluknaga, Pakuhaji dan Rajeg. Untuk tahun ini akan dibangun sebanyak 80 unit jamban. Ini untuk mendorong masyarakat tidak membuang tinja di sembarang tempat. Dinas Kesehatan, ujarnya, juga akan membangun bibir sumur warga.
"Warga di daerah pantura kebanyakan memiliki sumur tanpa bibir, jadi sejajar dengan permukaantanah,"ujar Yuliah.
Akibatnya ketika hujan turun tinja yang dibuang warga di kebun tersapu air dan meresap ke dalam sumur. Sehingga, angka penderita diare cukup tinggi di daerah ini. (Ayu Cipta)
(bisa ditengok pula di www.tempointeraktif.com)
1 komentar:
beritakan dan terus beritakan
ceritakan dan terus ceritakan
dengarlah
camkanlah
renungkanlah
arungilah
larutkanlah
cernakanlah
jangan berhenti
jangan pernah berhenti
jangan bosan
jangan pernah boleh bosan
karena ada yang sedia menantikan
karena selalu ada yang setia menantikan
Ayo Ayu
Benar-Benar BERANI Bicara Benar
dari SahabatJiwamu,
Andre'batman'Theriqa
Posting Komentar